Dinilai Membawa Dampak Buruk, Film ini tidak boleh tayang di Indonesia

Dinilai Membawa Dampak Buruk, Film ini tidak boleh tayang di Indonesia,- Sebuah film tentu memiliki kriteria kelayakan sehingga bagus untuk ditonton. Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki peraturan dalam hal perfilman. Ada kriteria tertentu agar film dari dalam atau luar negeri tayang di layar kaca maupun bioskop Indonesia.



Kriteria kelayakan film di Indonesia dinilai dari cerita serta unsur pengajarannya. Apabila cerita mengambil dari sejarah, maka film tersebut harus sama dengan sejarah dan tidak boleh mengubahnya. Mungkin boleh diubah, tetapi tidak mengubah unsur penting dalam cerita.

Film yang dilarang tayang di Indonesia


1. Noah (2014)

Film yang rilis tahun 2014 ini dinilai tidak layak tayang di Indonesia karena terdapat unsur pengajaran yang tidak benar. Pasalnya, film ini menceritakan seorang nabi bernama Nuh yang membuat bahtera kapal untuk menyelamatkan umatnya. Padahal, figur wajah seorang nabi tidak boleh di gambar, atau di ibaratkan dengan sesuatu.

2. Fifty Shades Of Grey 2015

Mungkin sobat pernah menonton film ini melalui web streaming. Ya, film ini merupakan film kontroversi karena sebagian besar cerita nya mengandung unsur vulgar dan pronografi. Dalam film ini, menceritakan tentang seorang pengusaha kaya raya yang memiliki kelainan seksual yakni suka menyiksa pasangan ketika melakukan hubungan seks.

Fifty Shades Of Grey ini sebenarnya pernah tayang di bioskop bioskop Indonesia. Karena terlalu banyak unsur pornografi dan pesan cerita yang tidak layak untuk remaja, akhirnya penayangan film ini di hentkan. Meski begitu, film ini tetap laris di negara negara barat. Bahkan ada lanjutannya dan resmi rilis tahun lalu.

3. Irrebersible 2002

Film yang satu ini sebenarnya cukup lawas, tetapi kamu tidak akan menemui penayangannya di Indonesia. Hal itu dikarenakan, unsur pronografi dan kekerasan seksual pada film ini sangat tidak layak ditonton.

Meski tidak tayang, film yang di perankan oleh Monica Belluci dan Vincent Cassel tetap tayang di beberapa negara barat. Sutradara film yang bergenre romance ini bernama Gaspar Noe dan hasil karyanya ditolak peredarannya pada tahun 2002 silam.

4. Murudeka 1708 (2001)

Murudeka diambil dari cerita perjuangan Indonesia untuk menjadi negara merdeka. Namun, film ini mengambil sudut pandang dari Jepang. Pada film ini lebih menonjolkan cerita bahwa Jepang merupakan pihak yang memberi banyak ruang agar nasionalisme terjadi.

Selain itu, pada film ini menonjolkan bahwa Jepang sebagai negara yang sangat berjasa dalam melatih kedisiplinan rakyat Indonesia. Hal ini tentu saja menimbulkan kontroversi dan akhirnya LSF melarang penayangan film ini.

5. Pocong 2006

Mengambil genre horror, film buatan dalam negeri ini ditolak peredarannya di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Lembaga Sensor Film Indonesia karena mengandung banyak sekali SARA, bahkan adegan pemerkosaan yang sangat brutal.

Konten konten sensitif pun banyak ditemukan pada film yang dibuat oleh anak bangsa ini. Sangat diasayangkan memang. Karena dikhawatirkan membawa dampak buruk, akhirnya penayangan film Pocong pun dilarang oleh LSF Indonesia.

Penutup

Pada akhirnya perfilman menjadi sebuah tontonan yang harus patuh pada peraturan kelayakan. Namun, sebenarnya semua itu bergantung pada bagaimana penonton menyikapi film tersebut. Jika memang sudah memiliki pemahaman dari cerita yang benar, maka penonton yang cerdas tentu akan bersikap dewasa dan menganggap film itu hanya sebuah cerita belaka. Tapi negara memiliki lembaga resmi yang mengatur perfilman Indonesia, jadi kita patuh saja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*